data center, BigID, Big Data, MongoDB
Enterprise

BigID Meraih Investasi $14 Juta Seri A Demi Indentifikasi Data Pribadi Pelanggannya

Enterprise – Dengan adanya peraturan terbaru GDPR Uni Eropa yang online di bulan Mei lalu terkait keamanan data pribadi menjadikan ini sebagai gagasan terbaru untuk perusahaan dalam mendpatkan nilai investasi yang sangat besar $14 Juta Seri A. Nantinya pendanaan ini akan dipakai untuk keperluan gagasan mengidentifikasi data pribadi pelanggan.

Beberapa perusahaan seperti Comcast Ventures, SAP (via SAP.io), ClearSky Security Fund dan salah satu investor putaran perusahaan, BOLDstart Ventures ikut berpartisipasi dalam pendanaan ini. kesepakatan pendanaan ini ditutup minggu lalu, investasi pada ronde pertama mencapai $2.1 Juta pada 2016 mencapai $16.1 Juta.

CEO dan pendiri Dimitri Sirota mengatakan sebelum perusahaannya melakukan apapun terhadapt data mereka, perusahaan haru mengetahu apa langkah-langkah yang harus meereka lakukan. Oleh karena itu, langkah awalnya adalah membuat katalog tipe data pribadi yang perlu diproteksi tanpa harus memindahkan data.

“Pikirkan bahwa kami seperti data Google, dapat mengindek informasi, mencari informasi yang menjadi entitas, subjek data dan sebagainya. Semuanya bersifat virtual, kami tidak menyalin dan semuanya masih tetap ditempat yang sama.” Sirota Menjelaskan.

data center, BigID, Big Data, MongoDB

Perusahaan dapat mengakses informasi data pribadi untuk keperluan individual, walaupun dari sumber data yang berbeda. Memetakan sumber data, melihat aliran data ke berbagai geografis dan membantu pelanggan untuk mematuhi peraturan privasi data lokal.

Dan dia mengatakan, datanya dapat mendukung dengan format data dari luar kemungkinan seperti MongoDB, Cassandra, layanan cloud seperti AWS, AZURE atau perangkat lunak seperti SAP. Ini juga dapat mendukung secara generik kepada sumber data yang belum terdukung, tettapi ini membutuhkan waktu hingga minggu untuk menambahkan akses terbaru. BigID juga terus berupaya memperluas tipe data yang didukung memperbaharui produk secara reguler, lanjut Sirota.

Solusinya yang ditawarkan sebagai model berlangganan sebagai gambaran Docker. Kebanyakan pelanggan sejauh ini memasang dibelakang firewall mereka.

Sementara peta kepatuhan dan pemenuhanan data perusahaan sesuai dengan peraturan kepatuhan GDPR, Sirota mengakan tidak menyelesaikan salah satu dari peraturan itu. Tetapi mereka menciptakan sebuah produk untuk membantu perusahaan menjadi “Pelayanan data pelanggan yang lebih baik”.

Perusahaan merekrut insinyur pertama mereka pada Mei 2016, sedangkan peraturan GDPR disahkan pada April 2016. Sedikitnya ini membantu perusahaan dalam mengembangkan perusahaan ini sesuai GDPR. “Meskipun kita tidak menyebut sebagai eksplisit solusi GDPR, kita mencakup banyak persyaratan.” Katanya kepada TechCrunch.

Perusahaan ini masih sangat muda dengan karyawan 16 orang yang masih berpusat di NYC dan Tel Avic, yang menjadi tempat departemen teknik perusahaan. Perusahaan berencana untuk menambah karyawan tahun depan dengan investasi hari ini.

Ini memiliki sekitar dua lusin pelanggan, dan Sirota belum membuat nama yang lebih spesifik, dia mengatakan bahwa daftar tersebut masuk dalam Dow 30 companies, perusahaan skala besar dalam web dan intregator perusahaan.

Bagikan Ini:
Indra
Suka dengan perkembangat Teknologi

Tinggalkan Balasan